Tampilkan postingan dengan label DELUTION. Tampilkan semua postingan

THE TWINS Rumah mungil Karya DELUTION

Senin, 01 April 2024 · Posted in , ,


Text description provided by the architects. (KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR)




DELUTION yang sebelumnya telah beberapa kali membawa nama arsitektur Indonesia ke kancah dunia melalui penghargaan-penghargaan internasional, tahun ini kembali mendapatkan penghargaan tersebut. Melalui karyanya yang fenomenal di bilangan Cipulir, Jakarta Selatan, DELUTION memenangkan Architizer Awards untuk kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice. 

Architizer Awards merupakan sebuah ajang penghargaan arsitektur berskala dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Pada tahun ini, terdapat 5,000 karya arsitektur yang masuk dari 100+ negara di dunia. Sebelumnya, The Twins – karya DELUTION yang memenangkan kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice dalam penghargaan ini – bersanding dengan 4 karya arsitektur dunia lainnya untuk dipilih secara voting terbuka. Melalui proses ini, penikmat arsitektur di dunia dapat memilih karya favoritnya untuk menjadi rumah kecil terbaik pilihan publik dunia. Pihak Architizer Awards menyatakan mendapat lebih dari 400,000 vote untuk 115 kategori dari proses voting terbuka ini. DELUTION sangat mengapresiasi antusiasme dukungan dan voting masyarakat Indoenesia untuk The Twins. “Kami amat berterima kasih atas dukungan dan voting yang diberikan kepada kami kemarin. Semoga penghargaan ini dapat ikut membawa nama baik arsitektur Indonesia di mata dunia.” Ujar Muhammad Egha, CEO dari DELUTION. 

The Twins merupakan project DELUTION yang dibangun pada tahun 2019 yang menjawab permasalahan luas tanah kecil. Rumah unik yang berada di gang sempit ini memang mendapatkan perhatian yang tinggi dan menjadi inspirasi warganet sejak diperkenalkan melalui akun Instagram milik DELUTION. Egha menjelaskan bahwa The Twins merupakan contoh nyata dari penerapan konsep rumah sehat, efisien dan realistis di salah satu kota terpadat di dunia yaitu Jakarta. 

Uniknya, rumah kecil yang terbangun di atas lahan dengan luas hanya 70 m2 ini, dirancang dengan skema rumah tumbuh yang selesai dalam tiga tahapan. Tahapan pembangunan dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan dana dari sang pemilik rumah. Total dana yang dibutuhkan dalam pembangunan ini sebesar 400 juta rupiah. Rumah ini juga didesain dengan metode konstruksi konvensional yang dapat dibangun secara mandiri dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan. “Kami berharap rumah ini dapat menjadi sebuah percontohan yang akan menjadi stimulus bagi kemajuan wajah serta kualitas hidup perkampungan kota yang semula terabaikan.” kata Egha. 

Selanjutnya, The Twins akan dipublikasikan bersama dengan karya pemenang Architizer Awards lainnya dalam sebuah buku kompendium berjudul ‘Architizer : The World’s Best Architecture’ yang diterbitkan oleh Phaidon – sebuah penerbit global untuk seni kreatif dunia. Buku ini akan dirilis pada awal tahun 2021 dan akan menjadi sebuah referensi karya arsitektur terbaik dunia yang akurat.


STER HOUSE by DELUTION

· Posted in , ,

Text description provided by the architects. (KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR)


STER HOUSE merupakan sebuah rumah yang menerapkan konsep Ster Tower. Pada desain rumah ini, klien menginginkan keberadaan elemen penghijauan yang cukup banyak, juga ruang-ruang yang terasa luas dan lega meskipun bangunan akan berdiri di lahan yang terbatas. Dengan kebutuhan menampung dua mobil dengan ukuran yang cukup besar pada lantai satu, sisa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ruang hijau dan ruang lain pun menjadi berkurang cukup signifikan. Arsitek kemudian menjawab isu tersebut dengan mendesain rumah berkonsep upper house, dimana peruntukkan ruang-ruang di lantai satu hanya difungsikan untuk area carport dan servis, sementara ruang-ruang utama ditempatkan di lantai dua dan tiga.


Konsep desain upper house ini kemudian memunculkan potensi ruang-ruang yang kemudian dikembangkan oleh arsitek menjadi ruang-ruang hijau, seperti pada sisa ruang di area entrance lantai satu yang kemudian difungsikan menjadi taman kecil lengkap dengan ruang berkumpul semi outdoor untuk menerima tamu. Spot penghijauan pada lantai satu juga diletakkan pada area sirkulasi tangga utama yang merupakan satu-satunya akses untuk ke ruang-ruang utama pada lantai dua dan tiga. Area sirkulasi tangga tersebut didesain semi outdoor bersandingan dengan greenwall tanaman merambat pada salah satu sisinya dan pot pohon pada area bordesnya. Greenwall ini memungkinkan penghuni untuk dapat menikmati suasana hijau baik dari lantai dua maupun tiga pada bangunan.











Dari segi layout, arsitek membagi ruang komunal dan ruang tidur utama berada pada lantai dua. Pada ruang komunal yang bersandingan dengan akses tangga utama didesain bukaan dengan bukaan kaca yang besar untuk memudahkan pengawasan penghuni rumah ke area sirkulasi utama, juga untuk menikmati view hijau pada area greenwall. Sementara pada area depan kamar tidur utama yang berhubungan langsung dengan fasad depan bangunan tersedia ekstensi ruang berupa taman gantung berisi pohon yang menciptakan suasana ruang kamar yang lebih asri juga seolah berada pada landed area. Ruang-ruang yang berada di lantai tiga difokuskan untuk fungsi kamar tidur anak, dan mini gym yang tetap difasilitasi dengan penambahan sedikit area hijau berupa rooftop garden.











Desain tangga semi outdoor pun dibuat bukan tanpa alasan, tetapi dengan pertimbangan kebutuhan memisahkan akses servis dan akses utama. Keterbatasan lahan membuat pemisahan akses servis dan utama dengan dua jalur yang berbeda menjadi tidak efisien, sementara klien menginginkan jalur asisten rumah tangga tidak mengganggu aktivitas pada ruang-ruang utama, oleh karena itu arsitek memutuskan untuk memisahkan jalur akses vertikal dengan ruang-ruang dalam secara umum. 








LUAS TANAH

103 m2

LUAS BANGUNAN

210 m2

PROYEK START

2017

PROYEK SELESAI

2019

FASE PROYEK

Completed


RumahX.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Archives

Total Tayangan Halaman